Sejak 23 tahun lalu, WHO telah menyepakati hari ini, 14 November, sebagai hari diabetes sedunia. Maka, ini waktu yang tepat bagi Anda untuk menumbuhkan kewaspadaan terhadap penyakit diabetes. Apalagi, menurut data yang baru saja dirilis oleh International Diabetes Federation (IDF), Indonesia sukses menduduki peringkat ke-5 dengan populasi penderita diabetes terbanyak di dunia.

Saat konferensi pers bersama Indonesia Diabetes Leadership Forum di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, kemarin (13/11/14), Prof. Nam H. Cho selaku Ketua IDF Western Pacific Region, memaparkan tiga komponen penting untuk menghindari risiko terkena diabetes.

Formula BED telah ia terapkan di negara asalnya, Korea Selatan, dalam upaya menumbuhkan kewaspadaan (awareness) masyarakat. Formula BED yang ia maksud bukan lah sebagai ‘ranjang’ dalam arti sebenarnya, yang justru membuat Anda bermalas-malasan di kamar, melainkan akronim dari hal-hal berikut:

1.) Behavioral change (mengubah kebiasaan buruk)
Kebiasaan-kebiasaan buruk sebaiknya ditinggalkan demi perbaikan kualitas kesehatan, dan menghindari kemungkinan terkena diabetes. Merokok, keranjingan minuman bersoda dan pola tidur buruk, adalah contoh-contoh kebiasaan yang bisa mempengaruhi risiko terkena diabetes.

2.) Exercise (latihan)
Seperti yang kita ketahui, sistem peredaran darah yang sempurna ditunjang pula oleh pola latihan yang teratur. Pada kesempatan yang sama, Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo, Ketua PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) ikut menimpali, bahwa menurut ia latihan tadi tak melulu harus dilakukan di pusat kebugaran dengan menggunakan peralatan tertentu. Ia cenderung menggunakan istilah aktivitas fisik, sesederhana berjalan kaki menuju stasiun atau pemberhentian bus terdekat, misalnya.

3.) Diet (pola makan)
Pola makan yang benar akan membantu dalam memperbaiki glukosa dalam darah, tekanan darah dan jumlah kolesterol dalam tubuh. Dan tentu saja, berperan mengendalikan berat badan Anda agar tetap proporsional. Salah satu metode diet yang dianjurkan oleh www.diabetes.org adalah dengan menghitung jumlah karbohirat (carbohydrate counting).

SEO Sponsors

Sebuah tulisan penuh makna
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top