Inilah beberapa tip anyar dari para ahli dermatologi untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan tampak muda.

Advis Usang: Sedikit tabir surya untuk melindungi sekujur tubuh Anda.
Aturan Anyar: Terapkan aturan mengecat rumah: Lapisi dua kali. Riset menunjukkan, kebanyakan orang terlalu sedikit mengoleskan tabir surya ke tubuh mereka, hanya 25-50% jumlah yang digunakan dalam pengujian, sehingga nilai SPF-nya pun hanya sepertiga dari yang tertera di kemasan. Ini saran dari Steven Wang, MD, direktur bedah dermatologi dan dermatologi Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New Jersey: “Olesan pertama tak cukup untuk melumuri tubuh Anda dengan tabir surya secara merata, sehingga olesan kedua dapat menutupi bagian tubuh yang belum terlindungi dengan memadai.”

Advis Usang: SPF 15 sudah cukup.
Aturan Anyar: SPF 50 memberikan perlindungan yang jauh lebih baik, terutama untuk jangka panjang. Dr. Wang menjelaskan, tabir surya dengan SPF 15 memungkinkan tujuh persen sinar UVB ditransmisikan ke kulit Anda, sementara yang SPF 50 hanya meloloskan dua persen sinar itu. Artinya, tabir surya SPF 15 membuat sinar UVB yang mengenai kulit tiga kali lipat lebih banyak daripada SPF 50. Tentu saja hal itu akan membuat perbedaan besar mengingat paparan yang dikumulasikan selama berbulan-bulan, bertahun-tahun dan berpuluh-puluh tahun.

Advis Usang: Paling penting mengolesi tubuh dengan tabir surya saat di pantai.
Aturan Anyar: Menggunakan tabir surya setiap hari juga penting. “Bukan hanya aktivitas saat akhir pekan yang membuat kulit rusak terkena paparan matahari,” ungkap Ranella Hirsch, MD, dematolog asal Boston. “Aktivitas harian, seperti mengemudi dan paparan singkat namun rutin lain, juga memberikan kontribusi yang signifikan.” Para ilmuwan di Dartmourth menemukan bahwa paparan matahari secara kumulatif berkontribusi lebih untuk kanker kulit non-melanoma dan gejala penuaan kulit daripada kerusakan sporadic (seperti kulit gosong sepulang Anda liburan tahunan). Untuk itu, sangat penting mengolesi tabir surya setiap pagi. Jadikan itu sebagai kebiasaan atau rutinitas Anda, seperti halnya bercukur atau mengenakan rias wajah.

Advis Usang: Kenakan kacamata hitam.
Aturan Anyar: Pakai kacamata hitam berlensa lebar, dan kenakan topi lebar. Lensa kacamata yang tak terlalu lebar atau yang tak pas di muka dapat meloloskan sekitar 44 persen sinar UV, ungkap penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health. Menurut penelitian di Jepang, meskipun kacamata hitam melindungi dengan baik dari depat, sinar UV tetap masih bisa lewat dari bagian samping, sehingga yang paling baik memang kacamata hitam yang memiliki pelindung samping. Topi akan lebih melindungi mata dari sinar UV.

Advis Usang: Waspadai paparan matahari antara pukul 10.00 hingga 14.00.
Aturan Anyar: Matahari pada pagi-pagi sekali dan sore hari juga bisa membahayakan. Ya, sinar UV pada tengah hari memang paling merusak kulit. Namun penelitian terbaru mengungkapkan, paparan jangka panjang sinar UV yang merusak mata – yang dapat menyebabkan kanker kelopak mata serta katarak dan gangguan mata lain – terjadi pada pukul 8.00 hingga 10.00, dan pukul 14.00 hingga 16.00. Saat itu, sinar matahari lebih paralel dengan mata. Kenakan kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dan kulit di sekitar mata, meskipun matahari tak terlampau terik.

SEO Sponsors

Sebuah tulisan penuh makna
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top